3 Penanganan Awal Saat Si Kecil Terlambat Bicara!

hello world!
Ditinjau Oleh :
dr. Lucyana Alim, Sp.A
dr. Lucyana Alim, Sp.A

Tahukah AyBun, sekitar 5-8% anak usia prasekolah mengalami keterlambatan bicara dan bahasa!

Gejala keduanya dapat terlihat tumpang tindih, seperti anak dapat mengucapkan kata dengan jelas tapi terbatas ini adalah tanda keterlambatan bahasa. Sedangkan keterlambatan bicara tampak berusaha mengekspresikan ide dengan kata, tetapi tidak jelas/sulit dimengerti.

Keterlambatan bicara pada si Kecil dapat disebabkan oleh:

  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan pada otak yaitu retardasi mental, gangguan bahasa spesifik reseptif dan/atau ekspresif
  • Autisme
  • Gangguan pada organ mulut, seperti gangguan artikulasi

Lalu, bagaimana cara awal mendeteksi keterlambatan bicara pada si Kecil?

AyBun perlu waspada si Kecil mengalami keterlambatan bicara bila...

Usia 6 bulan:

  • Tidak menoleh jika dipanggil namanya dari belakang
  • Tidak ada babbling

Usia 12 bulan:

  • Tidak menunjuk dengan jari
  • Tidak ekspresif (jarang tersenyum, tertawa, atau menangis) 

Usia 16 bulan:

  • Tidak ada kata berarti selain kata “mama” dan “papa”

 Usia 24 bulan:

  • Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti

“Kayaknya anakku termasuk kriteria terlambat bicara, harus apa ya Dok?”

1. Segera bawa ke dokter!

Semakin cepat tata laksana maka semakin banyak waktu untuk maksimalkan kapasitas bicara dan bahasa yang anak miliki. Umumnya dokter akan melakukan beberapa tes diantaranya:

  • Tes pendengaran.
  • Skrining gangguan perkembangan dan/atau perilaku.
  • Pemeriksaan organ spesifik bergantung temuan klinis.

2. Ajak anak terapi wicara secara rutin

Terapi wicara adalah metode untuk meningkatkan kemampuan bicara dan bahasa oleh tenaga profesional.

Setiap selesai terapi, penting untuk AyBun berkonsultasi dengan terapis tentang:

  • Bagaimana perkembangan terapi anak, apakah ada kemajuan atau tidak dan apa saja yang dilakukan.
  • Keadaan anak saat terapi berlangsung telihat nyaman atau tidak.
  • Adakah PR dari terapis wicara untuk AyBun lakukan di rumah sesuai stimulasi dengan perkembangan anak.

3. Rajin berbicara dan berkomunikasi dengan anak

  • Biasakan untuk selalu mengatakan apa yang sedang terjadi, dilakukan, dan apa yang ditemui atau dipegang.
  • Dorong ia untuk meniru suara dan gerak tubuh AyBun saat mendengarkan musik.
  • Bacakan buku cerita setiap malam sambil menunjuk dan menyebut nama benda yang ditunjuk.
Bagikan Artikel
Apakah Anda menyukai artikel ini?
[wpreactions sgc_id="1"]
Aplikasi Tentang Anak
Aplikasi Parenting Terpercaya dan Terlengkap
Tentang Anak juga hadir dalam bentuk aplikasi. Yuk unduh sekarang juga!
App StoreGoogle Play Store
Tentang Anak
Hak Cipta © 2022 PT. Tentang Anak Bahagia
magnifiercrosschevron-down